Indonesia menargetkan kapasitas pembangkit surya yang lebih besar pada tahun 2030 di bawah rencana baru

Indonesia menargetkan penambahan 4,68 gigawatt kapasitas tenaga surya pada tahun 2030 dan bertujuan untuk mendapatkan 51,6% dari tambahan kapasitas listrik dari sumber terbarukan di bawah masterplan baru, menteri energi mengatakan pada hari Selasa.
Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan Indonesia butuh setidaknya 14 gigawatt agar target 23 persen itu bisa tercapai dalam waktu empat tahun lagi. “Hitungan kami untuk mencapai target 23 persen tersebut, maka paling dibutuhkan tidak 14 gigawatt pembangkit energi terbarukan, sehingga 23 persen tadi bisa tercapai pada tahun 2025,” ujarnya, dikutip dari Antara, Selasa, 31 Agustus 2021.
Fabby mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki berbagai sumber daya energi hijau yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai target tersebut. Menurutnya, dari semua teknologi yang tersedia di Indonesia hanya pembangkit listrik tenaga surya yang dapat dikembangkan dengan cepat mulai dari skala kecil oleh sektor rumah tangga maupun skala besar yang dikembangkan oleh sektor industri dan bisnis. “Oleh karena itu PLTS menjadi salah satu andalan pemerintah untuk mencapai target itu,” kata Fabby. Dalam proses pengembangan PLTS, pemerintah memiliki tiga pendekatan, yaitu pengembangan PLTS skala besar dengan menargetkan pembangunan 4,68 gigawatt, PLTS terapung di 271 lokasi danau dan waduk 26,65 gigawatt, serta PLTS atap dengan target mencapai 3,61 gigawatt.
Selain mendorong pengembangan energi berbasis matahari, juga memiliki beberapa strategi lainnya dalam upaya meningkatkan kapasitas energi baru terbarukan pada bauran pengembangan energi pembangkit listrik nasional, di antaranya smart grid, revisi grid code, hingga penyusunan Rancangan Peraturan Presiden mengenai energi baru terbarukan. Berdasarkan data terakhir yang dirilis pemerintah 2020, kapasitas pembangkit energi terbarukan di Indonesia masih ada 10.467 megawatt yang terdiri atas 3,6 megawatt tenaga hybrid, 154,3 megawatt tenaga angin, 153,8 megawatt tenaga surya, 1.903,5 megawatt tenaga biomassa, 2.130 ,7 megawatt tenaga panas bumi, dan 6.121 megawatt tenaga air. Pemerintah menargetkan kapasitas listrik ramah lingkungan pada 2025 dapat mencapai 24 ribu megawatt. Selanjutnya, jumlah itu bertambah menjadi 38 ribu megawatt pada 2035.
Baca Juga:  5 Ide Bisnis Sampingan Tanpa Modal Untung Jutaan

Tinggalkan komentar