Pengertian Bahasa Pemrogaman , Fungsi, Tingkatan, Contoh, Generasi dan Pengelompokannya


Pengertian Bahasa Pemrogaman , Fungsi, Tingkatan, Contoh, Generasi dan Pengelompokannya

Bahasa pemrograman, atau sering diistilahkan juga dengan bahasa komputer atau bahasa pemrograman komputer, adalah instruksi standar untuk memerintah komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantik yang dipakai untuk mendefinisikan pemrograman komputer. (Wikipedia)

Apa Itu Bahasa Pemrograman?

Pengertian bahasa pemrograman adalah sekumpulan instruksi yang diberikan kepada komputer untuk dapat melaksanakan tugas-tugas tertentu dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Bahasa pemrograman berfungsi untuk memerintah komputer agar dapat mengolah data sesuai dengan langkah-langkah penyelesaian yang telah ditentukan oleh pemrogramanmer. Bahasa ini memungkinkan seorang pemrogramanmer untuk menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan/diteruskan, dan jenis langkah apa yang akan diambil dalam berbagai situasi secara persis.

Fungsi Bahasa Pemrograman

Fungsi utama dari bahasa pemrograman adalah sebagai alat untuk memberikan perintah kepada komputer agar dapat bergerak mengolah kata sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Hasil keluaran bahasa pemrograman sendiri dapat berupa aplikasi maupun suatu pemrograman khusus. Perkembangan bahasa pemrograman ini tentu menciptakan berbagai inovasi teknologi yang membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pemrograman lampu lalu lintas di jalan, mesin kasir, aplikasi game, anti-virus, web, media sosial, dan lain sebagainya.

Tingkatan Bahasa Pemrograman

1. Bahasa Pemrograman Tingkat Rendah (Low-Level)

Bahasa pemrograman tingkat rendah berisi instruksi-instruksi yang ditujukan kepada komputer dengan menggunakan kode biner (binary). Kode-kode tersebut akan langsung diterjemahkan oleh komputer tanpa harus melalui proses kompilasi.

2. Bahasa Pemrograman Tingkat Menengah (Mid-Level)

Bahasa pemrograman tingkat menengah adalah instruksi yang berupa kode mnemonic seperti ADD, SUB, DIV, STOLOD, JMP dan lainnya. Namun, bahasa dalam tingkat menengah ini harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam bahasa mesin, karena komputer hanya mengerti penggunaan bahasa mesin.

Baca Juga:  Cara CRUD dengan Node.js dan MongoDB

3. Bahasa Pemrograman Tingkat Tinggi (High-Level)

Bahasa pemrograman tingkat tinggi ini berisi instruksi-instruksi yang menggunakan bahasa alamiah yang dimengerti manusia, seperti bahasa Inggris atau matematika. Tingkatan ini diciptakan untuk mengatasi kekurangan yang dimiliki tingkat menengah dan tingkat rendah.

Contoh Bahasa Pemrograman

  • HTML/CSS: Dasar dari sebuah pemrograman web. Untuk membuat web statis diperlukan bahasa HTML/CSS.
  • JavaScript: Salah satu bahasa yang cukup mudah untuk dipelajari dan dapat digunakan untuk apapun seperti memvalidasi data formulir untuk mengembangkan permainan. JavaScript adalah cara yang sangat populer untuk menambahkan fitur interaktif dalam halaman web dan aplikasi.
  • PHP: Bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengembangkan halaman web yang dinamis. Mempelajari PHP akan sangat berguna untuk pemilik situs web karena PHP bisa mempersingkat kode yang ada di halaman web sehingga bisa ditampung ke dalam seperangkat aturan.
  • C++: C++ sekarang banyak digunakan dalam berbagai macam aplikasi . C++ juga memiliki keuntungan, yaitu lebih mudah untuk mempelajari bahasa C lainnya seperti C# dan C. Semua bahasa C umumnya dipandang sebagai bahasa pemrograman tingkat menengah.

Generasi Bahasa Pemrograman

Perkembangan bahasa pemrograman sendiri terbagi menjadi beberapa generasi sebagai berikut:

  • Generasi Pertama: Merupakan bahasa pemrograman yang pertama kali dibuat pada tahun 1940-an dan awal 1950-an yaitu Machine Language atau Bahasa Mesin. Bahasa mesin adalah pemrograman internal komputer yang melakukan perintah secara langsung tanpa terjemahan.
  • Generasi Kedua: Pada generasi ini, komputer sudah digunakan secara komersial dan menghasilkan Bahasa Assembly yang merupakan penerus dari generasi pertama. 
  • Generasi Ketiga: Karena penggunaan bahasa mesin dan bahasa assembly yang terlalu sulit, maka lahirlah third-generation languages (3GLs) yang dianggap lebih mudah untuk pemrograman dan portable. Bahasa pemrograman ini disebut sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Level Pemrogramaning language) karena mudah dipelajari dan terdapat proses penerjemahan oleh komputer yang cukup rumit. Contoh dari bahasa pemrograman generasi ketiga seperti FORTRAN, Cobol, Pascal, Basic, dll.
  • Generasi Keempat: Bahasa pemrograman di generasi keempat juga mudah dimengerti dan dipelajari dan cocok untuk mengakses database. Bahasa pemrograman ini berfokus untuk memaksimalkan produktivitas manusia dan tersedia dalam software paket yang berguna untuk mengembangkan aplikasi yang diinginkan. Contohnya seperti SQL, LISP, dan Prolog.
  • Generasi Kelima: Bahasa pemrogramannya berupa Pemrogramaning Language Based Object Oriented dan Web Development. Sering digunakan untuk mengakses database dan membuat sistem pakar (expert system) atau knowledge-based system.
Baca Juga:  Cara Install Nginx,MySQL, PHP v7 (LEMP) Stack pada CentOS 7

Pengelompokkan Bahasa Pemrograman

Bahasa pemrograman dikelompokkan menjadi beberapa kategori, yaitu:

  • Object Oriented Language: Misalnya seperti Visual C, Delphi, Visual dBase, Visual FoxPro.
  • Low Level Language: Misalnya seperti Bahasa Assembly
  • Middle Level Language: Contohnya seperti Bahasa C.
  • High Level Language:  Contohnya seperti Basic dan Pascal.

Seource: Kamus TokopediaWikipedia

 

    Tinggalkan komentar