Apa itu Hari Raya Galungan dan Kuningan? Untuk Tahun 2021 Kapan?

  Galungan adalah hari raya terpenting bagi umat Hindu Bali. Festival ini merupakan perayaan untuk menghormati pencipta alam semesta (Ida Sang Hyang Widi) dan arwah para leluhur yang dihormati. Ini melambangkan kemenangan kebaikan (Dharma) atas kejahatan (Adharma) dan mendorong orang Bali untuk menunjukkan rasa syukur mereka dengan persembahan, doa, dan tarian.

Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan

Sheldon Levis/Getty Images 

Persembahan untuk Leluhur

Galungan terjadi dua kali setahun dalam siklus 210 hari kalender Bali (dijelaskan dalam artikel tentang budaya Bali ini) dan menandai waktu dalam setahun ketika roh nenek moyang dipercaya mengunjungi bumi. Umat ​​Hindu Bali melakukan ritual yang dimaksudkan untuk menyambut dan menghibur roh-roh yang kembali ini.
Kompleks rumah yang menjadi inti masyarakat Bali menjadi hidup dengan devosi yang dipersembahkan oleh keluarga yang tinggal di dalamnya. Keluarga mempersembahkan kurban yang berlimpah berupa makanan dan bunga kepada arwah leluhur, mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan akan perlindungan. Pengorbanan ini juga dipersembahkan di kuil-kuil setempat, yang dipenuhi para penyembah.
Seluruh pulau tumbuh tiang bambu tinggi, atau penjor, yang biasanya dihiasi dengan buah-buahan, daun kelapa, dan bunga dan dipasang di sebelah kanan setiap pintu masuk tempat tinggal. Di setiap gerbang, Anda juga akan menemukan altar bambu kecil yang didirikan khusus untuk hari raya, masing-masing menyandang anyaman daun palem untuk arwah.

Persiapan Intensif

Persiapan Galungan dimulai beberapa hari sebelum hari raya yang sebenarnya.
  • Penyekeban: Tiga hari sebelum Galungan, keluarga memulai persiapan mereka dengan “Penyekeban.” Penyekeban secara harfiah berarti “hari untuk menutupi”, karena ini adalah hari ketika pisang hijau ditutup dengan pot tanah liat besar untuk mempercepat pematangannya.
  • Penyajahan: Dua hari sebelumnya merupakan waktu untuk introspeksi orang Bali dan yang lebih biasa lagi adalah membuat kue khas Bali yang dikenal dengan sebutan jaja. Kue berwarna yang terbuat dari adonan nasi goreng ini digunakan dalam sesajen dan juga disantap khususnya pada hari raya Galungan. Kali ini tahun menemukan kekenyangan jaja di setiap pasar desa.
  • Penampahan: Sehari sebelumnya adalah hari penyembelihan. Pada hari ini, masyarakat Bali menyembelih hewan kurban yang akan masuk ke pura atau altar sesaji. Galungan ditandai dengan surplus tiba-tiba makanan tradisional Bali, seperti lawar (hidangan babi pedas dan saus kelapa) dan sate.
  • Hari Galungan: Umat Bali berdoa di kuil-kuil dan membuat persembahan mereka kepada roh-roh. Perempuan terlihat membawa sesaji di kepala mereka, sementara laki-laki membawa pelepah aren.
  • Hari Setelah Galungan: Orang Bali mengunjungi kerabat dan teman terdekat mereka.
  • Kuningan: Hari kesepuluh setelah Hari Raya Galungan menandai berakhirnya Galungan dan diyakini sebagai hari dimana arwah naik kembali ke surga. Pada hari ini, orang Bali membuat sesaji khusus nasi kuning.
Karena kalender Bali mengikuti siklus 210 hari, Galungan terjadi dua kali setahun kira-kira setiap enam bulan. Festival akan berlangsung pada hari-hari berikutnya (Dinyatakan sebagai tanggal x–y, yang pertama adalah Galungan, yang terakhir adalah Kuningan). Berikut tanggal perayaan hari raya tersebut:
  • 2021: April 14–24 and November 10–20
  • 2022: June 8–18
  • 2023: January 4–14 and August 2–12
Dan seterusnya…


Keyword: Hari Raya Galungan, Hari Raya Galungan dan Kuningan, Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah
Baca Juga:  5 Ide Bisnis Sampingan Tanpa Modal Untung Jutaan

Tinggalkan komentar